Pages

Counting The Day: Wedding Report

Tuesday, May 23, 2017

Haha! Akhirnya setelah hampir 8 bulan berlalu, saya berhasil mengumpulkan niat untuk cerita tentang hari pernikahan saya. Saya sempat membuat beberapa post tentang persiapan pernikahan saya (walau gak semua persiapan saya ceritakan sih, sudah rempong duluan dengan nikahnya plus niat menulis agak memudar), akhirnya sekarang saya simpulkan saja semuanya menjadi satu dalam 'wedding report' ini. ^^ 

Saya dan Nofec sepakat untuk menikah pada tanggal 24 September 2016 di Denpasar, Bali. Acara akad dilangsungkan sore hari sehabis Ashar dan resepsi pernikahan diselenggarakan sesudahnya (sehabis Maghrib). Kedua acara diselenggarakan di Hotel Nikki. Saya dapat dua ruangan yang berbeda untuk meyelenggarakan akad nikah dan resepsi (tanpa dikenakan biaya tambahan!). Akad nikah digelar di Intan Room dan resepsi di Grand Ballroom Mutiara. Untuk Hotel Nikki sendiri saya sangat puas dengan apa yang saya dapatkan. Dapat ekstra ruangan untuk akad, makanannya memuaskan, mbak pj dari hotelnya sangat membantu (Mba Novi, sekali lagi terimakasih banyak). Intinya saya tidak menyesal mengambil paket di hotel ini. 

Untuk konsep dan rundown acara semua disusun oleh ayah saya. Tentu dengan masukan dan pendapat dari saya, Nofec, kakak dan ibu saya. Panitia acarapun tersusun dari keluarga besar saya. Saya sangat terbantu dengan panitia keluarga ini. Saya tidak harus sibuk memikirkan hal-hal kecil. Saya cukup duduk manis di kamar hotel untuk didandani. Acara akad sendiri dimulai sekitar jam 4 sore. Untuk acara akad, ayah saya meminta para tamu untuk menggunakan dress code warna putih. Dan itu memang bikin suasana terasa lebih syahdu. 

Seumur-umur mungkin ini momen yang paling bikin saya deg-degan (tapi kayaknya belum melebihi sidang TA sih). Padahal saya mah cuma duduk tenang saja di kursi, Nofec yang bakal ijab qabul. Setelah mendengarkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, lalu dilanjutkan ceramah nikah, akhirnya yang ditunggu datang juga, Alhamdulillah, Nofec lancar mengucapkan ijab qabul dan kamipun resmi menjadi suami istri. Mungkin di saat itu saya melihat ketampanan Nofec bertambah berkali-kali lipat. Raut mukanya yang serius dan mantap mengucapkan ijab qabul bakal selalu mengena di hati saya. Belum pernah saya melihat raut mukanya seperti itu. Tapi habis ijab qabul tampang aslinya langsung kelihatan. Cengengesan.


Setelah akad nikah, kami saling menyematkan cincin di jari manis kami. Setelah itu acara yang menguras air mata pun dimulai. Sungkeman. Secara bergiliran kami sungkeman kepada mbah dan kedua orangtua. Selesai sungkeman dan foto-foto sebentar, saya dan Nofec berkeliling ruangan untuk menyalami tamu satu-persatu



K-Pop: Jonghyun 'Story Op.2' Album Review

Friday, May 12, 2017

First of all, I'm not a music reviewer. 'Jonghyun Album Review' actually not quite match with what I will write in this post. I just want to share my thought and feeling for this album. I just can not find a better term for the title. Pardon me. ^^ 

After all this time, I'm still a kpop fans for sure. I've been following k-pop since 2009, As I mention in my bio, my ultimate fave group are TVXQ and Shinee (sometimes Block B). But, maybe around 4 years ago suddenly I did not follow k-pop anymore. I didn't know which group was debut, which one was disband or which one release a new music. My ignorance level reach to the point that I didn't know some of new song from Shinee or TVXQ. However, starting last year, I suddenly go back following k-pop. But, despite many groups are having a great debut, I'm just back to Shinee (TVXQ is in army, so yeah..)  

Jonghyun is my favorite in Shinee. Although I didn't follow much Jjong's activity (I don't know he's been a dj in a radio!), but every time he release an album, I always rejoice. There's no album from him that I'll give low score (if I have to review it). And this year, he's back with his story album collection. As a fan of his first story album collection, I just download the whole new album from Itunes without feeling the need to listening the audio post in Youtube first. I just know Jjong will not let me down. And he proves me right. 



Track Listing:

1. Lonely (feat. Taeyeon)
2. 1000
3. Just Chill (멍하니 있어)
4. Love Is So Nice
5. Blinking Game" (눈싸움)
6. Elevator (엘리베이터)
7. Let Me Out (놓아줘)
8. Fireplace (벽난로)
9. Our Season (따뜻한 겨울)
10. Where are you (바퀴) (CD only)

Counting The Day: Undangan, Souvenir dan Cincin Kawin

Tuesday, September 6, 2016

3 hal yang saya tulis di judul merupakan komponen utama di pernikahan. Maka, saya dan Nofec dari jauh-jauh hari sudah mulai mencari tempat untuk membuat 3 hal itu, terutama undangan dan souvenir. Dari hasil pencarian internet dan kata teman yang sudah menikah, tempat paling terkenal dan oke untuk membuat undangan adalah di Pasar Tebet. Maka, pergilah saya dan Nofec ke sana. 

Seperti yang dikatakan, pasar Tebet ini memang surga bagi calon pengantin yang sedang mencari undangan. Banyak toko yang menjual undangan dengan berbagai macam desain. Tapi pasar ini bukan tempat yang tepat buat saya yang hanya ingin memesan undangan dalam jumlah sedikit. Saya memang tidak mengundang banyak orang di pernikahan saya nanti. Saya ingin membuat pesta yang sedikit lebih privat. Tidak terlalu privat tapi tidak sampai membuat saya mengundang 1000 orang. Saya hanya ingin memesan 250 undangan. Sayangnya, di semua toko yang saya tanyakan di Pasar Tebet, jumlah minimum untuk memesan undangan adalah 500 (atau 300? Saya sedikit lupa). Jadi kalau saya memesan undangan di bawah itu, harga cetak akan tetap dikenakan harga cetak untuk 500 undangan, makan undangan saya yang hanya 250 saja pun akan jauh lebih mahal. Jenis undangan termurah bisa mencapai harga di atas 5000 rupiah. Dan itu diluar budget saya yang hanya 5000 rupiah per undangan. Maka, setelah cukup banyak bertanya ke beberapa toko dan tidak menemukan harga yang cocok, saya dan Nofec memutuskan untu tidak membuat undangan di Pasar Tebet dan berpikir mungkin kami akan mencoba bertanya-tanya di percetakan di sekitar Cilegon. 


Waktu itu saya ingat, ada rekan kerja yang menikah dan saya suka desain undangannya yang simpel dan menurut saya mungkin harganya murah. Dari informasi rekan kerja saya itu, kamipun pergi ke percetakan tempat dia membuat undangan. Saya lupa nama percetakannya. Lokasinya di Serang. Sampai di sana, kami melihat-lihat desain undangan mereka dan tetap memilih desain undangan yang sama dengan yang dipakai rekan kerja saya. Setelah nego harga, akhirnya kami dapat harga untuk 1 undangan hanya Rp. 3,350,-. Dengan harga segitu, kami sudah mendapatkan bungkus plastik dan kartu ucapan terimakasih untuk souvenir. Yeay! Di bawah budget. Hal yang paling menyenangkan ketika menyiapkan pernikahan adalah ketika menemukan vendor dengan harga di bawah budget. Undangannya sendiri selesai dalam waktu sebulan. Foto di bawah adalah desain undangan saya. 




 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS