Pages

Opinion: TV Show

Wednesday, June 27, 2012

Saya sempat menyinggung sedikit tentang ketidaksukaan saya dengan gaya lawak para komedian Indonesia yang lebih banyak menjadikan kekurangan atau fisik orang lain sebagai bahan lawakan. Dan menurut saya Olga Syahputra adalah salah satu komedian merangkap sebagai presenter, penyanyi, yang menggunakan jenis lawakan tersebut. Karena itu saya tidak pernah menyukai Olga sebagai presenter atau pelawak (dan penyanyi juga)


Lalu saya membaca artikel ini beberapa saat yang lalu di yahoo.com

Olga Syahputra Lecehkan Salam, FPI Lapor ke KPI



Jakarta-C&R/OMG- Lagi, presenter kocak Olga Syahputra menuai masalah karena ucapannya yang tidak disaring. Kali ini, Olga dinilai telah mempermainkan dan melecehkan ucapan salam, Assalammu'alaikum saat tampil di acara Fesbukers yang tayang secara live di antv, Selasa (19/6/2012).


Atas ulah Olga, masyarakat mengadukan hal tersebut ke Komisi Penyiaran Indonesi (KPI). Bahkan organisasi Front Pembela Islam (KPI), pun turut mengadu. "FPI memang melakukan kontak dengan komisioner kami terkait ucapan yang berbau SARA yang dilontarkan Olga dan di media sosial juga ramai pengaduan tentang ucapan "Assalamu Alaikum" itu," ujar Nina Mutmainnah Armando, selaku Koordinator bidang isi siaran KPI, di Hotel Trevia Menteng Jakpus, Senin, (25/6/ 2012).

Curhat

Friday, March 30, 2012

Alhamdulillah saya diterima kerja di sebuah perusahaan swasta di Jakarta Barat. Masih OJT si, but i promise i'm gonna work hard and do my best! Yeaaahhhh..............

Karena itulah saya harus pindahan dari Dago Timur ke Meruya, Jakbar. Saya sempet ngucurin air mata di kamar pas beberes + di travel pas mau berangkat ke bekasi (sebelum saya beneran ngekos di Jakarta, saya ngungsi dulu di rumah Bude saya di Bekasi). Why did i cry?

1. Bandung udah jadi kota kedua di hati saya (nomer 1 teteplah Denpasar, karena semua keluarga saya di sana, saya lahir dan besar di sana). Bandung sudah melekat erat rasanya di tubuh saya, cahhh.... Sejak tahun 2007 saya mulai ngekos di Bandung, mulai hidup ga bergantung mulu dengan orangtua, mulai belajar dewasa. Duh, saya gak kebayang sebenernya kalo saya gak mutusin untuk kuliah + ngekos di Bandung. Saya pasti akan berbeda dengan diri saya sekarang. Saya beneran merasakan perbedaan yang besar pada kepribadian saya ketika SMA dan kuliah. I really growing up. More mature. Hehehee... Bandung adalah kota tempat saya tumbuh menjadi lebih dewasa. deeee......

2. Kampus ITB. Kemarin pas interview kerja, saya pernah ditanyain gini. Pernahkah kamu merasa menyesal memilih ITB sebagai tempat kuliahmu? Saya jawab tidak. Walaupun mungkin kadang saya sering galau merasa apakah saya benar-benar pantas dan cocok kuliah di ITB, tapi ternyata ketika saya ditanya, entah kenapa tanpa pikir panjang (bukan untuk promosi diri) saya langsung menjawab enggak, saya enggak pernah menyesal kuliah di ITB. Banyak hal yang saya dapatkan di ITB, yang mungkin akhirnya baru di saat seperti sekarang ini saya sadari. Lingkungannya, pendidikannya, dosennya, kegiatan-kegiatannya dan yang paling penting teman-temannya. Semua hal itu banyak mengubah pola pikir dan pandangan saya (dalam hal yang baik tentu saja). Dan juga sangat banyak membuka wawasan dan pengetahuan saya. 

Generation Gap?

Saturday, March 10, 2012

(judulnya bikin saya tampak seperti sudah sangat berumur... :D)

Bandung, Pizza Hut BIP, suatu hari

Sekali-kali saya dan teman saya suka makan di Pizza Hut (PH). Tapi, karena keuangan yang tidak terlalu mendukung, kami pasti akan memesan paket delight. Sesuai kebiasaan saya yang suka memperhatikan keadaan sekitar, sayapun memandang sekeliling PH. Tidak sedikit saya menemukan anak berseragam putih abu, dan putih biru makan di sana. Ya, saya datang ke PH pada saat makan siang, saat anak sekolah baru pulang. 

Saya teringat masa SMA saya. Entah karena saya bukan dari kota besar atau karena saya memang anak rumahan, waktu SMA saya dan teman saya jarang bahkan bisa dikatakan hampir tidak pernah nongkrong ke mall sehabis sekolah. Oke, jalan iya (walaupun itu juga jarang). Tapi makan siang atau jajan di mall? NO. 

Bandung, Angkot, suatu hari

Ketika saya lagi naik angkot, ada bocah SD yang juga naik angkot. Kemudian dia mengeluarkan handphonenya, err.. BBnya, dari saku kemejanya dan memainkan trackballnya. Saya pun melihat handphone saya yang sudah kegores dimana-mana. 

Bukan hal yang bikin kaget lagi sebenernya kalo bocah SD jaman sekarang sudah bawa handphone. Saya cuma teringat masa SD saya. Dulu, baru di kelas 6 SD, teman saya ada yang bawa HP. Itupun cuma 1 orang dari 1 kelas. Dan handphonenya adalah Nokia yang persegipanjang segede bata yang jaman dululah. Saya inget dulu anak-anak pada berebut pinjem HP buat maen snake di HP itu. Saya sendiri baru dapet HP pas kelas 1 SMA. Masih HP item putih. 
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS