Pages

Chapter 1. Working with a bunch of guys. Is it heaven or hell?

Saturday, January 4, 2014

If you kow me well, then you will understand if I say that I am not Katniss Everdeen type. I am the girl next door type.

Kayaknya seru juga kalau saya cerita segala pengalaman senang, sedih, lucu, bikin emosi, bikin stress, dan segala emosi lainnya ketika saya bekerja sebagai engineer blast furnace di salah satu perusahaan swasta di Indonesia. Lebih tepatnya, satu-satunya engineer wanita. Saya hampir menjadi satu-satunya wanita yang bekerja di gedung kantor Blast Furnace jikalau tidak ada Ghina, interpreter kami. Ya, perusahaan saya perusahaan patungan antara perusahaan Indonesia dan Korea. Jadi dibutuhkan interpreter untuk membantu komunikasi antara orang Indonesia dan Korea.

Saya mulai bekerja bulan Juli 2012. Saya tidak mau cerita dari awal. Saya ingin menulis yang ingin saya tulis dan yang terpikirkan oleh saya.

Chapter 1. Working with a bunch of guys. Is it heaven or hell?

Banyak yang komen ke saya seperti ini:
"Thisa enak yah kerjanya bareng cowok. Seru."
"Banyak pilihan dong this di kantor?"
"Bolehlah dikenalin ke aku dong temen cowok kamu satu aja."
Memang semenyenangkan itu?

Yes, it is heaven:

1.  Bayangkan aja dari hampir 200 orang yang bekerja di gedung blast furnace ini, cuma ada dua cewek yang nyelip di sana. Bisa dipastikan hampir semua orang tahu nama kita. Haha, agak sedikit berlebihan sih, tapi serius. Karena itu juga bisa dipastikan kita sering dapet teguran, senyuman, salam seperti:
- Pagi Bu Thisa
- Pulang sama siapa Mba?
- Ih, Ibu makin cantik aja kalau dikuncir
- Makan siang Mba?
- Saya jadi grogi ada Mba Thisa
- Dunia kecil sekali ya Bu, di bawah ketemu, eh di lantai 5 ketemu Ibu lagi

2. Kerja sama cowok itu bisa mengurangi dosa ngegosip. Seriously. Bukan berarti ini cowok-cowok gak suka ngegosip yak. They do love gossips. Tapi cara mereka ngegosip itu beda. Gak banyak bumbu. What they saw/ heard that's what they told. Gak ada bumbunya. Gak heboh.

3. Flirting? Maybe in 3 first month. After that? You'll realize that they are valuable friends. You do not want to change the friends status. It is too priceless. Temenan sama segerombolan pria itu bikin saya belajar melihat masalah dengan cara pandang yang berbeda. Pria dan wanita itu seeeeebeeedddaaaaaa itu dalam melihat sebuah masalah. Temannya pria itu logika sedangkan wanita itu perasaan.

4. You're still have a privilleged as a girl. Dari ratusan pria di sini, masa kamu yang mesti ngangkat-ngangkat meja. Dari ratusan pria, masa gak ada yang mau nebengin kamu pulang. Dari ratusan pria, masa gak ada yang mau nemenin ke lapangan kalo sudah malam, atau tempat yang akan kamu kunjungi itu gelap dan sepi.
No, It is a Hell:
1. Karena bekerja di dunia cowok, kadang saya takut sifat-sifat cewek saya yang memang sudah rendah levelnya nanti semakin rendah. Setiap hari bergaul sama pria membuat saya secara tidak sadar bisa bersikap seperti mereka. Mungkin tidak (atau belum) seekstrim itu. Tapi saya takut. :p
2. Harus kuat menahan iman dan tahu benar kapan para pria ini cuma ngegodain kapan mereka beneran pdkt ke kamu. Well, kalau pengalaman saya mah, pria-pria sekitaran saya cuma pada becanda doang. Bilang thisa cantik, kita pacaran yuk, dsb, dsb. Jadi saya gak pernah masukin bercandaan mereka ke hati. Saya bales aja dengan bercanda juga. 
3. Bekerja di dunia cowok, menuntuk kita, sebagai cewek untuk bisa bekerja seperti mereka. Memang, masih ada privilleged-privilleged kecil yang saya dapatkan, tapi secara umum bekerja di duni cowok ini sungguh sangat melelahkan. Butuh stamina yang kuat.

Let's Talk About K-Pop: First (TVXQ) Concert

Saturday, November 9, 2013

Pengalaman Konser Pertama!

Sebenarnya pengalaman ini sudah hampir setahun yang lalu ketika saya sedang training di Korea. Di sana saya sempat menonton 2 konser k-pop. TVXQ Catch Me in Seoul dan Nongshim Concert. Ya, saya pecinta k-pop sejak tahun 2009. Dan TVXQ adalah salah satu grup favorit saya. So, let's start my journey.

Nongshim Concert

Konser pertama yang saya tonton adalah Nongshim Concert. Sebenarnya acara ini seperti Inkigayo. Hanya saja konser ini dilaksanakan di Seoul's Gymnastic Stadium, bukan di studio SBS. 


Sebenarnya untuk masuk ke acara ini ada dua jalan. Dengan mengikuti undian tiket yang diberikan oleh pihak SBS dan juga melalui fandom. Teman saya, saya ke acara ini bertiga bersama 2 teman saya yang sedang kuliah di Korea, sempat mengikuti undian tiket tapi tidak berhasil. Akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan jalur kedua, yaitu melalui fandom. Jalur fandom ini maksudnya kami harus membuktikan bahwa kami adalah anggota fandom TVXQ alias cassiopeia supaya bisa mendapatkan tiket. Untuk fans Korea sendiri biasanya mereka sudah terdaftar sebagai anggota fandom dan memiliki level di fandom tersebut. Apakah level 1, pemula, atau level tingkat atas. Prioritas utama yang mendapatkan tiket gratis tentu saja fans dengan tingkat tertinggi. Lalu apakabar saya dan teman saya yang tidak terdaftar dalam fandom? Kami masih bisa mendapatkan tiket asalkan kami menunjukkan album terbaru TVXQ. Tapi tentu saja kami akan mendapatkan prioritas terakhir pelayanan. Takut tidak mendapatkan tiket? Jalan satu satunya untuk mengamankan posisi kami dalam pemberian tiket adalah kami harus menjadi yang pertama dalam antrian tiket.

Nongshim Concert diadakan hari Minggu, 11 November 2012, jam 4 sore. Saya berangkat dari Gwangyang, saya training di Gwangyang, ke Seoul hari Sabtu pagi. Saya berangkat pukul 9 pagi dan sampai pukul 1 siang. Saya bertemu teman saya. Makan. Berjalan-jalan dan pukul 11 malam kami ke Seoul's Gymnastic Stadium. Kenapa? Kami harus mengecek medan perang kami besok. Biasanya untuk kami para fans pengejar tiket gratis namun tidak terdaftar sebagai anggota fandom, kami harus mengikuti aturan atau langkah-langkah tertentu. Pertama, kami harus mencari kertas bertuliskan sesuatu yang berhubungan dengan fandom kami. Dalam kasus saya, kami harus mencari kertas bertuliskan TVXQ cassiopeia. Lalu kami harus  berfoto dengan kertas A4 tersebut dan mengirimkan foto ke nomor admin fandom. Selanjutnya, kami akan mendapatkan nomor antrian. Lalu apakah kami bisa tenang setelah mendapatkan nomor antrian? Tidak. Kami harus tetap ikut mengantri karena belum bisa dipastikan nomor antrian kami akan mendapatkan jatah tiket. Jadi kami mengantri mengharapkan nomor antrian di atas-atas kami tidak  jadi datang.

Cerpen: Fangirl

Wednesday, October 16, 2013


Riko menatap gue lembut. Gue tersenyum padanya. Malam ini dia tampak tampan sekali dengan jas semiformal, celana jins dan sepatunya.  Terlihat sekali dari penampilannya bahwa ia sangat menyiapkan diri untuk makan malam kali ini. Dia memesan meja di sebuah restoran mewah. Meja tersebut terletak di beranda restoran. Dari beranda restoran, kami dapat melihat pemandangan malam kota yang dihiasi lampu berwarna-warni. Angin semilir membelai lembut rambut gue. Di atas meja itu terdapat lilin yang semakin menghangatkan suasana malam ini. Tidak mau kalah dengan Riko, gue mengenakan gaun terbaik yang gue punya. Gue menyempatkan diri ke salon terlebih dahulu sebelum Riko menjemput dan memberikan setangkai bunga mawar untuk gue.

Pesona Riko tampaknya tidak hanya diakui oleh gue saja. Berpasang-pasang mata cewek pengunjung restoran ini tak henti-hentinya memandang Riko. Entah sekedar mengerlingkan mata sampai menatap tajam wajah Riko. Seakan tak peduli dengan tatapan-tatapan itu, mata Riko hanya tertuju ke gue. Dia tersenyum. Gue menyunggingkan senyuman terbaik gue. Perlahan tangan Riko meraih tangan gue yang ada di atas meja. Ia mengenggam tangan gue. Sedikit kaget, muka gue memerah. Gue menundukkan kepala, gak sanggup untuk melihat muka Riko. Sedikit berbisik, Riko berkata “Gue sayang lo Re.” Muka gue semakin memerah. Dalam hati gue menjerit kegirangan, ingin rasanya gue berteriak di depan muka Riko “Gue juga Ko, udah lama gue sayang lo. Udah lama gue memuja lo dari kejauhan”. Tapi gue menahannya. Gue mengangkat kepala, sekali lagi tersenyum padanya, membalas genggaman tangannya dan menjawab. “Gue juga sayang lo Ko”. Lalu, Riko tersenyum. Manis sekali. Gue merasa bagaikan di awan. Ini adalah kencan sempurna gue dengan Riko.

***

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS