Pages

Ayam Betutu dan Nonbar

Monday, November 28, 2011

Waktu saya pulang ke Bali kemaren (sekitar 2 minggu yang lalu), ibu saya berencana mengadakan acara syukuran keluarga kecil-kecilan (beneran kecil) dengan menu ayam betutu. Karena memang susah menemukan penjual ayam betutu muslim di Denpasar (saya tidak pernah melihat ada warung ayam betutu muslim), jadilah ayam betutu ini dipesan terlebih dahulu di seorang penjual ayam betutu muslim. Si penjual ini memang khusus membuat ayam betutu. Sayangnya, beliau tidak membuka warung, sehingga jika kita ingin memakan ayam betutu kita harus memesan dulu sehari sebelumnya. Rasanya? Jangan diragukan. Enak. Rasanya kaya akan rempah-rempah, dan pedas. Tapi jangan khawatir buat yang tidak suka pedas. Di sini, kita bisa memesan ayam betutu dengan level kepedasan yang berbeda. Ada yang medium dan juga yang pedas. Ayam betutu ini langsung menjadi makanan favorit saya. Karena itulah, menu di rumah saya selama dua hari berturut-turut adalah ayam betutu.

Ayam Betutu (maaf kalau gambarnya agak berantakan, tapi percaya rasanya nampol banget :D)
Satu hal yang akhirnya saya alami juga di Denpasar adalah nonton bola bareng bersama keluarga saya. Sudah menjadi kebiasaan keluarga besar saya untuk nonton pertandingan bola (terutama jika yang berlaga adalah timnas) bareng. Jika yang ikut nonton bareng sedikit, mereka akan nonton di ruang keluarga rumah mbah saya. Sedangkan jika yang ikut nonton banyak (apalagi kalau pertandingan yang ditonton adalah pertandingan final) maka garasi mobil rumah mbah saya pun mendadak jadi arena nonton bareng. Menggunakan proyektor, layar, dan juga beralaskan tikar, keluarga saya pun nonbar di sana. Biasanya saya hanya melihat foto nonbar dari facebook saja. Tapi waktu saya pulang ke Denpasar kemarin kebetulan akan ada pertandingan final bola SEA Games antara Indonesia vs Malaysia. Jadilah kami nonbar di garasi rumah mbah saya. Jujur, saya sebenarnya bukanlah pecinta bola. Saya jarang (hampir tidak pernah) menonton bola. 2 hal yang membuat saya nonton bola, adalah ketika timnas berlaga dan jika memang ada nonbar bersama teman atau keluarga saya.

Dan dari pertandingan final SEA Games ini saya menyadari satu hal, betapa hebatnya pengaruh sepakbola ini sehingga bisa membuat seluruh warga Indonesia bersatu untuk mendukung tim nasional. Ada suatu perasaan yang mebuat saya merinding ketika Lagu Indonesia Raya dikumandangkan di Gelora Bung Karno dengan timnas di sana dan beribu-ribu warga Indonesia menonton baik secara langsung maupun dari layar televisi dan mendukung timnas dengan segenap hati. Dan tumben juga kali itu saya nonton bola sampai habis, sampai adu penalti yang membuat Indonesia kalah. Dan tumben juga kali itu saya merasa nyesek gara-gara nonton bola. Perasaan yang sama yang dimiliki oleh beribu-ribu warga Indonesia. Saya pun makin merasa 'wow' melihat bagaimana banyak suporter Indonesia yang menangis. Luar biasa sekali sepakbola ini menyatukan seluruh bangsa Indonesia. Jujur, sebelumnya saya tidak pernah merasakan hal seperti ini. Mendukung segenap hati dan merasa sangat nelangsa ketika timnas kalah. 

No comments:

Post a Comment

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS