Pages

Showing posts with label relationship. Show all posts
Showing posts with label relationship. Show all posts

Let’s Talk About Relationship: Komunikasi

Monday, June 19, 2017

Kunci Utama: Komunikasi

“Kak, punya tips buat aku gak kak?” (pertanyaan teman yang pada saat itu akan menikah)

Dikasi pertanyaan kayak gitu terus saya bengong. Lah wong saya baru 8 bulan lebih nikah. Masih bau kencur. Masih seumur jagung. Belum ada apa-apanya lah pengalamannya. Tapi biar gitu, saya tetep jawab berdasarkan pengalaman saya yang masih dangkal ini. Komunikasi. Buatlah komunikasi yang baik antar suami dan istri. 

Saya membina hubungan dengan makhluk pria ini ya baru sama Nofec ini. Pacar pertama, dan langsung nikah sama dia. Saya memang berniat kalau pacaran ya memang harus berujung ke pernikahan. Kalau tau dari awal bahwa hubungan yang akan dibina tidak mungkin berujung ke pernikahan ya saya gak akan bina. Dan emang sebelum ketemu sama Nofec, gak ada cowok yang nyangkut sama sekali ke saya. T.T . Jadi Nofec ini termasuk pria yang beruntung ya. ^^

Membina hubungan dengan seorang pria merupakan suatu pengalaman baru buat saya. Sedikit gambaran, saya ini anaknya agak pemalu, introvert, susah banget mengutarakan apa yang ada di dalam perasaan. Dari sedikit teman yang saya punya, rasio cewek lebih banyak. Jadi bisa dibilang interaksi saya saya cowok itu memang jarang. Baru setelah saya bekerja di perusahaan baja ini, saya mulai familiar dengan makhluk berwujud pria ini. 

Duh, kalau diingat awal-awal saya kerja di perusahaan ini, pahit. Karena saya anaknya kaku, pemalu, jadi saya butuh waktu lumayan lama supaya bisa dekat dengan teman-teman pria di sini. 6 bulan lebih mungkin. Bulan-bulan awal saya bingung, mesti makan sama siapa, ngobrol sama siapa. Kaku banget rasanya. Tapi untungnya teman-teman saya di sini baik-baik banget. Walau sayanya kaku, aneh, mereka tetap bercanda sama saya, ngajak ngobrol saya. Akhirnya setelah beberapa saat saya jadi terbiasa bergaul bersama mereka. Dan di antara teman-teman pria itulah ada Nofec. ^^ 

Bergaul dengan pria-pria ini membuat saya tahu bahwa pria dan wanita itu memang 2 manusia yang memiliki karakteristik yang khas. Pria lebih mengutamakan logika, dan wanita lebih sering berbicara perasaan. Saya tidak berusaha menyamakan semua pria dan wanita. Tapi, itulah yang saya tangkap selama ini. Dan saya tidak mengatakan pria lebih baik dari wanita atau sebaliknya. Justru saya jadi mengerti, Allah menciptakan 2 makhluk berwujud pria dan wanita ini memang untuk saling melengkapi. 

Let's Talk About Relationship: Menikah, Fasa atau Target?

Sunday, August 10, 2014

Bro, menikah itu fasa, bukan target. Inget itu.

Suatu malam. Di kantor. Ketika hanya ada saya dan dua teman pria saya di ruangan kantor.

Entahlah, tiba-tiba saja malam ini saya teringat itu dan membuat saya ingin menulis ini. Mungkin juga karena kemarin saya baru saja memposting artikel di halaman facebook saya tentang 20 hal yang bisa dilakukan di umur 20 tahunan selain menikah. A good article, i think. Penuh dengan bucket list yang bisa kita buat untuk mengisi waktu kita di usia 20 tahunan. Travelling,  do your hobby, do more ‘me time’, etc. And you know what comment that I’ve got from this article?

“This, lo lagi galau mau nikah ya?”
“Udah deh, ga usah pake excuse karena emang belum nikah.”

I am not judging those comment. I am fine with that. That was just a joke for me.
But, I am just surprised.

Buat kita-kita yang sudah berumur 20 tahun ke atas, well okey, 23 tahun ke atas mungkin, apalagi kalau sudah menginjak 25 tahun ke atas, dan terutama untuk para wanita, pertanyaan basa basi keluarga “kapan nikah?”, “mana calonnya?”, “kapan nyebar undangan?” dan pertanyaan sejenisnya seakan seperti tombak yang dilayangkan ke kita dan siap menghujam otak dan hati kita. Bete? Yes. Sebel? Yes. Bosen? Yes. Seakan-akan ingin teriak ke hadapan mereka. “YAELAH BOY, KALAU GUE UDAH PUNYA CALON, UDAH MAU NIKAH, GAK USAH LO TANYA, GUE KASITAU KELEUS. KALAU PERLU GUE BUAT IKLAN DI TIPI.”
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS