Pages

Showing posts with label training. Show all posts
Showing posts with label training. Show all posts

Cerita Pergi: Annyeong Korea Pt.3 (Trainingnya Ke mana Saja?)

Sunday, January 27, 2019

Karena saya ke Korea dengan tujuan training, semua aktivitas dalam seminggu pun sudah disusun oleh penyelenggara. Dari hari Senin sampai Jumat, mulai pukul 8 pagi sampai 6 sore, kami  mendapatkan materi training di kelas dan sesekali di luar ruangan. Karena padatnya jadwal, susah untuk mencari waktu jalan-jalan atau sekedar mencari oleh-oleh. Di Indonesia sudah terpikir akan pergi ke Myeongdong untuk berburu kosmetik, tapi sayang sekali waktunya tidak ada. Kosmetik dan snack buat oleh-oleh pun hanya saya beli di Homeplus (sejenis Hypermart).

Selama seminggu, saya berada di 3 kota yang berbeda. 3 hari pertama training dilakukan di Songdo, Incheon. Hari ke-4 kami bergerak ke Pohang. Hari ke-5 ke Seoul. Dan hari ke-6 berpindah kembali ke Songdo. Sebenarnya jadwal di Songdo lebih longgar dibandingkan di Pohang atau Seoul. Lebih tepatnya jadwal malamnya. Kelas berakhir pukul 6 sore, lalu dilanjutkan makan malam selama sekitar setengah jam. Setelah itu jadwal bebas. Tapi karena wilayah Songdo yang tidak ramai dan sedikit tempat untuk berbelanja atau sekedar nongkrong, tidak banyak yang bisa saya kunjungi di sana. Ditambah lagi pada hari kedua saya sakit pilek yang membuat saya menghabiskan 1 malam di kamar saja.  

3 hari pertama di Songdo saya hanya berkunjung ke Triple Street (mall) dan Homeplus. Ketika 5 tahun yang lalu saya ke Songdo, Triple Street belum ada (saya kurang ingat apakah saat itu Homeplus sudah ada atau belum). Menurut saya, konsep mall Triple Street ini keren. Bangunannya memanjang, dan lurus. Jalan utama mall yang tidak beratap berada di tengah, dan toko-toko ada di sisi kanan dan kirinya. Di satu bagian mall, terdapat halaman berumput luas dengan undakan-undakan batu tempat para pengunjung duduk sambil mendengarkan musik akustik yang dimainkan secara langsung oleh para pemusik di bagian depan halaman tersebut.

Cerita Pergi: Annyeong Korea! Pt. 2 (Money Changer atau ATM Global?)

Saturday, February 3, 2018

Jadwal training saya secara resmi dimulai dari tanggal 18 September sampai 23 September. Namun, karena di tanggal 17 September sore ada jadwal orientasi singkat, saya dan 2 teman saya lainnya berangkat ke Korea di hari Sabtu, 16 September 2017 menggunakan Asiana Airlines. Ini pertama kalinya saya naik Asiana Airlines. 5 tahun yang lalu saat saya training di Korea, saya menggunakan Cathay Pacific. Saya mendapatkan penerbangan malam, pukul 23:30.

Penerbangan ke Korea ditempuh selama kurang lebih 7 jam. Selama penerbangan, kami mendapatkan 1 kali midnight snack dan 1 kali sarapan. Karena penerbangan keberangkatan saya di malam hari, tidak banyak hal yang saya lakukan di pesawat. Saya tidak menggunakan fasilitas in flight entertainment  dan lebih banyak memakai waktu saya untuk tidur. Saya terbangun hanya pada saat pemberian midnight snack dan sarapan. Karena pada saat pemesanan tiket (oh ya, yang memesankan tiket adalah tim HR perusahaan) saya menyebutkan makanan yang tidak bisa saya makan adalah makanan non halal, maka pramugari memberikan makanan yang berbeda kepada saya. Untuk midnight snack saya mendapat sandwich sayur dengan tuna, sedangkan penumpang yang lain mendapatkan burger (yang saya pikir) berisi ham. Rasa sandwichnya lumayan enak. Yang pasti mengenyangkan.

Foto di atas adalah menu makan malam saat penerbangan ke Indonesia. Menu khusus halal. 
Satu jam sebelum mendarat, para pramugari menyajikan sarapan. Saya mendapat nasi kuning dengan daging sapi. Rasanya enak. Penumpang yang lain bisa memilih 2 menu yang disiapkan. Saya lupa satu menunya, tapi menu yang lain adalah bubur. Beberapa saat setelah sarapan pesawatpun mendarat. Yeay~ Korea!

Yang membuat sedikit kecewa di Asiana Airlines adalah in flight entertainment-nya (ini pengalaman penerbangan pulangnya ya, soalnya pas berangkat saya tidur terus ^^). Pilihan filmnya sedikit dan tidak banyak film barunya. Layarnya sedikit kecil dan touch screen-nya tidak cepat bereaksi. Alhasil, saya lebih memilih untuk menonton drama Age of Youth di handphone saya.

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS