Berikut adalah cuplikan artikel yang saya temukan di berita.yahoo.com
Olga Lebay! Kaum Ibu Protes Konten Vulgar di Acara Sahur
TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Tayangan sejumlah stasiun TV selama Ramadan 1432 H, baik jelang buka puasa maupun sahur, menuai kritik dan keprihatinan banyak pihak, terutama ibu rumah tangga. Tayangan-tayangan itu dinilai tidak mendidik.
Uray Henny Novita, anggota DPRD Kota Pontianak, mengkritisi penampilan host Olga Syahputra dalam acar sahur di satu stasiun TV yang terkesan berlebihan, vulgar, dan tidak mendidik.
"Kemungkinan acara tersebut bermaksud baik, namun terkadang improvisasi ocehan Olga menyebabkan tayangan itu menjadi tidak nyaman bagi orang timur," kata Henny, yang juga Ketua DPC Partau Hanura Kota Pontianak, kepada Tribun, Rabu (3/8/2011) malam.
Oke, sudah hampir selama 4 tahun saya bukan penggemar TV Indonesia. Memang karena awalnya saya tidak punya TV di kosan, tapi juga karena lama kelamaan saya jenuh dengan acara TV Indonesia. Intensitas menonton TV saya jauh berkurang dibandingkan ketika saya masih di Denpasar. Bahkan ketika saya pindah kosan dan di kosan baru saya ada TV, menonton TV bukan lagi kegiatan yang sering saya lakukan. Namun, karena memang bosan dengan acara TV Indonesia dan karena kami ingin dapat KBS World saya dan teman sekosan saya urunan untuk langganan Indovision. Kegiatan menonton TV saya mulai mengalami peningkatan, tapi tetap saya tidak menonton program TV Indonesia. Maka dari itu, sebenarnya saya sudah tidak terlalu tahu ada acara apa saja di stasiun TV. Tapi, di sini saya ingin berbagi pendapat mengenai acara TV Indonesia yang sempat saya tonton dan bikin saya bete.
1. Acara Musik Harian
Awalnya saya masih seneng-seneng aja nonton Dahsyat pas masih ditayangin seminggu sekali (tahun kapan ini ya?). Lumayan, untuk mengetahui perkembangan musik Indonesia (yang dulu masih dapat saya dengar, dan tidak membuat saya mengernyitkan kening). Dan, ketika Dahsyat mulai ditayangkan setiap hari, 2 jam, dan dipandu Olga, Rafi, Luna, saya mulai geleng-geleng kepala. Ga kuat ngeliatnya. Tipikal stasiun TV, kalau ada 1 acara yang mulai di gemari, maka jam tayangnya pun diperbanyak. Saya jadi inget acara 'Akhirnya Datang Juga' di Trans TV yang awalnya cuma seminggu sekali, dan masih saya tonton, gara-gara mendapat rating yang oke, jam tayang menjadi 3 minggu sekali atau setiap hari gitu, saya lupa. Saya pun tidak menonton lagi. Bosan. Ah, sama juga dengan Opera Van Java di Trans 7 yang dulu ditayangkan seminggu sekali. Awalnya saya masih nonton. Lucu. Tapi, lagi-lagi gara-gara rating yang oke, acara ini jadi setiap hari atau berapa kali seminggu gitu. Hasilnya, garing dan membosankan buat saya. Komedi mereka ga berkembang. Gitu-gitu terus, slapstick dan menjadikan fisik orang sebagai bahan komedi. Saya tidak suka tipikal komedi seperti ini. Jadilah saya tidak menonton acara ini lagi.