Seperti di universitas-universitas lainnya, setiap ada mahasiswa yang akan lulus, pasti si mahasiswa tersebut harus menghadapi sidang. Just like what i did two days ago. Sejak sebelum puasa saya sudah tahu bahwa jadwal sidang saya memang sekitar tanggal 20 september. Awalnya, saya mengajukan jadwal sidang tanggal 15 september, 1 minggu sebelumnya. Tapi ditolak. Karena jadwal sidang dari fakultas untuk bulan september baru dimulai dari tanggal 19 september. Akibatnya, jadwal saya diundur seminggu sesudahnya, menjadi tanggal 22 September. Jika ditanya bagaimana perasaan saya ketika menunggu hari sidang saya. Jelas, sudah pasti saya deg-degan. Saya cemas, secemas-cemasnya. Kalau masalah belajar, sudah dari jauh-jauh hari sebenarnya saya sudah membaca beragam jurnal yang menumpuk di folder Tugas Akhir saya (yang akhirnya kebaca juga). Tapi saya sama sekali belum siap kalau ditanya mengenai hal-hal di luar TA saya. Maksudnya, hal-hal umum mengenai kuliah saya di Teknik Material. Maka dari itulah, sebelum sidang saya belajar hal-hal yang kira-kira akan dijadikan pertanyaan dari dosen penguji (tentunya dengan referensi teman yang sudah sidang dengan bapak-bapak dosen penguji yang akan menguji saya).
Dosen pembimbing, ayah dan ibu saya cemas kalau-kalau saya tidak bisa tidur di malam hari sebelum saya sidang. Jujur, saya malah jauh lebih nyenyak tidur di Rabu malam ketimbang di Kamis malam ketika saya sudah selesai sidang.
Showing posts with label sidang. Show all posts
Showing posts with label sidang. Show all posts
Subscribe to:
Posts (Atom)